Patung Budha Tertua di Dunia

Agama Buddha telah ada selama ribuan tahun, dan begitu juga patung-patung dan seni rupa. Tetapi apa yang lebih mewakili seni rupa dan agama Buddha adalah patung-patung Buddha yang luar biasa indah ini? Jika seseorang mencurigai di mana patung paling awal itu, seseorang mungkin akan mencurigai India, Thailand, atau Myanmar sebagai akibat dari popularitas pariwisata di lokasi-lokasi ini. Angkor Wat adalah mungkin patung atau kuil paling populer yang banyak orang pikirkan ketika memikirkan patung Buddha, dan mungkin akan menjadi tebakan semua orang. Namun kenyataannya, patung Buddha tertua di Indonesia.

Patung Buddha tertua ada di Candi Borobudur di provinsi Jawa Tengah. Kuil ini dianggap berusia antara 7 atau 8 abad. Indonesia adalah mayoritas Muslim sekarang, dan kuil itu ditinggalkan ratusan tahun yang lalu, karena konversi massa ke Islam di negara ini. Diabaikan selama ratusan tahun dari pengabaian, kuil itu ditutupi abu dan diambil alih oleh hutan, bersembunyi di hutan dan diabaikan.

Baru pada tahun 1814 seorang Inggris menemukan kuil tersebut pada tahun 1816, dan sejak saat itu, prosedur pemulihan telah mulai dilakukan dengan pemerintah Indonesia yang memimpin biaya dalam kemitraan dengan UNESCO. Ini adalah berkat sejati bahwa kuil agung dan patung Buddha ini belum menjadi korban perang.

Untuk mendeskripsikan bait suci dan patung-patung Budha akan menjadi parodi bagi bait suci, karena tata letak dan arsitektur kuil ini dirancang dengan cermat untuk mewakili nada Buddhisme yang menggarisbawahi. Candi ini menawarkan banyak kontur dan arsitektur. Di satu lokasi kuil seseorang dapat melihat struktur dari "stupa" besar atau Mandala, bagian utama dari candi berbentuk persegi, dan dicakup oleh lempeng-lempeng ajaran Buddha bersama dengan patung-patung Buddha. Di atas gunung, ada tunggangan atau titik yang mewakili pengetahuan Buddha.

Struktur itu sendiri adalah salah satu yang memiliki banyak titik 90 derajat yang membentuk apa yang tampak seperti bentuk persegi secara keseluruhan. Di bagian atas bentuk ini adalah platform yang memiliki stupa dan roda mandala. Dan di bagian paling atas adalah gundukan yang mewakili pencerahan.

Kekurangan situs wisatawan di lokasi dan saluran untuk menyalurkan informasi tentang kuil ini, kuil ini belum mendapatkan publisitas sebanyak yang ada di Myanmar atau bahkan Afghanistan dalam hal ini.

Mungkin masih ada patung-patung tua yang ada, tetapi ini belum ditemukan. Sama seperti kuil dan struktur suku Aztec kuno di Meksiko, banyak dari struktur ini telah ditutupi oleh hutan lebat dan terlupakan seiring waktu.

Penting bagi pemerintah Indonesia untuk terus mengambil peran proaktif dalam mendukung dan melestarikan kuil Buddha yang unik ini di Indonesia.